Communities in UNIVA-IR
FAKULTAS AGAMA ISLAM [125]
Faculty of Islamic StudyFAKULTAS EKONOMI [52]
Faculty of EconomicFAKULTAS HUKUM [58]
Faculty of LawFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN [193]
Faculty of EducationFAKULTAS PERTANIAN [33]
Faculty of AgricultureFAKULTAS TEKNIK [10]
Faculty of EngineeringRecent Submissions
Now showing items 1-10 of 473
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI MAS PP NU AL QAMARIYAH GALANG
Vina Aviona () 2026ABSTRAK. Keberhasilan suatu sekolah tergantung kepada strategi kepala sekolah dalam memimpin sekolah tersebut dan kepala sekolah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan harus menggunakan sebuah strategi demi tercapainya suatu tujuan yang diinginkan. Strategi sekolah merupakan kebijakan-kebijakan yang penting dari sekolah untuk mencapai tujuan yaitu meningkatkan dan mengembangkan mutu sekolah. Strategi yang tepat dapat berdampak pada keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi kepala sekolah dalam mengambil keputusan guna meningkatkan kualitas pendidikan di MA Al-Qamariah Galang, memahami proses pengambilan keputusan yang dilakukan kepala sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang berpengaruh dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatankualitatif. Strategi pengambilan keputusan kepala sekolah di MA Al-Qamariah Galang merupakan upaya sistematis, kolaboratif, dan adaptif untuk menyelesaikan permasalahan serta menetapkan kebijakan yang tepat guna meningkatkan kualitas pendidikan. Prosesnya meliputi identifikasi masalah, penyusunan tim, perumusan alternatif solusi, penetapan danpelaksanaan keputusan, serta evaluasi hasil. Keputusan diambil melalui musyawarah dan diskusi dengan guru, melibatkan ide dan masukan dari berbagai pihak agar tercapai kesepakatan bersama. Faktor pendukung keberhasilan strategi ini antara lain kepemimpinan visioner kepala sekolah, kerjasama guru, motivasi siswa, serta dukungan orang tua dan masyarakat. Sementara faktor penghambat yang muncul berupa keterbatasan dana dan beberapa guru senior yang sulit beradaptasi, namun hambatan tersebut diatasi melalui pendampingan dan kerja sama yang terus-menerus. Kata Kunci : Strategi, Kepala Sekolah, Kualitas, Pendidikan
Bauran Strategi Pemasaran Pedagang Sayur Wanita Analisis Dampaknya terhadap Pendapatan Keluarga,Studi Kasus: Pasar Simpang Limun Kota Medan
Ade Fitri Siregar () 2026ABSTRAK Wanita pedagang sayur memiliki potensi untuk menopang ekonomi keluarga memang cukup besar, namun demikian wanita tidak menonjolkan diri atau mengklaim bahwa mereka menjadi penyangga utama ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui bauran strategi pemasaran yang digunakan pedagang sayur wanita si Simpang Limun, (2) untuk mengetahui kontribusi pendapatan pedagang sayur wanita di pasar Simpang Limun terhadap pendapatan keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang sayur wanita di Pasar Simpang Limun. Teknik pengambilan sampel menggunakan sensu atau sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh pada variabel kualitas produk terhadap pendapatan keluarga di pasar tradisional, simpang limun. Hal ini dibuktikan dari nilai t hitung sebesar -3.743 nilai signifikansi 0,001, (2) terdapat pengaruh pada variabel harga terhadap pendapatan keluarga di pasar tradisional simpang limun . Hal ini dibuktikan dari nilai t hitung sebesar -4.805 nilai signifikansi 0,000 (3) terdapat pengaruh pada variabel promosi terhadap pendapatan keluarga di pasar tradisional simpang limun. Hal ini dibuktikan dari nilai t hitung sebesar -10.147 nilai signifikansi 0,000, (4) Terdapat pengaruh pada variabel lokasi terhadap pendapatan keluarga di pasar tradisionalsimpang limun. Hal ini dibuktikan dari nilai t hitung sebesar -5.860 nilai signifikansi 0,000, (5) variabel promosi merupakan variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhadap pendapatan keluarga. Dalam hal ini,promosi atau potongan harga khusus merupakan indikator yang menjadi perhatian utama pelanggan dimana berdasarkan hasil analisis data, indikator ini memiliki nilai paling besar dibandingkan indikator lainnya bagi pedagang sayur wanita dalam pemasaran promosi bertujuan untuk menarik pelanggan serta meningkatan pendapatan penjualan, (6) kontribusi pendapatan pedagang sayur wanita di pasar simpang Limun terhadap pendapatan keluarga sebesar 25%. dapat di simpulkan bahwa berkontribusi kecil terhadap pendapatan keluarga. Kata kunci: Pendapatan Keluarga, Strategi Pemasaran, Pedagang Sayur, Kualitas Produk, Harga, Promosi, Lokasi
AKRONIM KULINER DALAM BAHASA INDONESIA
Susy Deliani, dkk. () 2022ABSTRAK. Penelitian ini membahas masalah pembentukan akronim kuliner di Jawa Barat. Pertumbuhan pesat akronim di berbagai bidang, termasuk bidang kuliner di Jawa Barat, merupakan fenomena yang tak terelakkan. Hal ini menarik untuk dikaji sebagai bagian dari dinamika dan kreativitas pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari laman daring: Cekaja.com, Axan.kuliner.com, cuanki @2019Merdeka.com, dan www.idntimes.com. Pengambilan data dilakukan pada bulan April 2022 dengan mengumpulkan 20 akronim kuliner dari Jawa Barat. Data dideskripsikan sesuai dengan metode analisis yang mengacu pada teori Kridalaksana (2007). Akronim dianalisis satu per satu, kemudian dikelompokkan berdasarkan kesamaan pola pembentukannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan akronim kuliner di Jawa Barat sangat beragam. Dari 20 akronim kuliner tersebut, ditemukan empat kelompok pola pembentukan yang sama, yaitu: 1) mempertahankan suku kata + suku kata dari komponen asal; 2) mempertahankan suku kata + mempertahankan huruf dari komponen asal; 3) mempertahankan huruf awal dari komponen asal; dan 4) pola unik yang merupakan kombinasi dari ketiga proses tersebut. Proses pembentukan ini juga melibatkan penambahan awalan atau kata sambung (seperti "in") yang terdengar saat diucapkan namun tidak terlihat dalam bentuk tulisan atau penyebutan akronimnya. Keunikan penelitian ini terletak pada adanya akronim yang dibentuk dengan mempertahankan komponen-komponen aslinya secara utuh. Kata kunci: Akronim, Kuliner, Bahasa Indonesia
AL JAMIATUL WASHLIYAH : DALAM SINGKATAN DAN AKRONIM KAJIAN PERSPEKTIF MORFOLOGI
Susy Deliani, dkk. () 2026ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis singkatan dan akronim yang ada dalam teks Al Jamiatul Washliyah.Pemilihan data dari Teks AL’Washliyah. menarik karena sejak lahir 1930 sampai sekarang singkatan dan Akronim menjadi dinamika proses pembentukan kata yang ada dalam teks Alwashliyah Focus penelitian ini mengkaji bahwa singkatan dan akronim telah digunakan sejak tahun 1930, tahun berdirinya al jamiatul Washliyah sampai sekarang. Singkatan dan akronim yang fungsinya adalah untuk memudahkan mengingat kata kata yg Panjang dan keenakan bunyi kata. Singkatan dan akronim juga merambah ke dalam teks Alwashliyah. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan untuk data yang lebih besar lagi ( penelitian lanjutan / Tahap 2 ) , kajian ini menemukan 40 singkatan dan akronim yang menjadi dinamika struktur setara kata dalam teks Al jamiatul washliyah, baik dari buku buku, artikel dan berbagai web yang ada dalam lingkup Al jamiatul washliyah. Penelitian ini menggunakan metode kwalitatif yang mengamati data apa adanya.Kajian Morfologi ( pembentukan kata ). Dengan pendekatan Linguistik , yaitu menganalisis suatu struktur Bahasa dalam hal ini singkatan dan akronim. Setelah data terkumpul di klasifikasi berdasarkan struktur bentuk masing masing kategori: yaitu singkatan dan akronim yang merupakan bahagian dari Abreviasi. Hasil dan pembahasan dari kajian ini menemukan adanya singkatan yang telah di pakai sejak berdirinya Al Jamiatul Washliyah pada tahun 1930 yang berfungsi untuk menyingkat kata yang Panjang seperti MIT = Mahtab Islamiyah Tapanuli, dan agar mudah untuk diingat. Serta Alwashliyah merupakan akronim singkatan dari Al Jam'iatul Washliyah, selain untuk menyingkat juga untuk keenakan bunyi dan mudah di ucapkan .Sedangkan Singkatan dan akronim yang ada akhir akhir ini, seperti BEM merupakan Badan eksekutif Mahasiswa ( Singkatan ). Dan SIAKAD merupakan Akronim dan singkatan dari Sistem Informasi Akademik. Kata Kunci : akronim, singkatan, Abreviasi, morfologi, diakronis
KHITAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN UNIVERSITAS ALWASHLIYAH MEDAN MENYONGSONG SATU ABAD AL JAM ‘IYATUL WASHLIYAH
Susy Deliani, dkk. () 2026ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan menganalisis khitah (blueprint) pengembangan Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan sebagai landasan strategis menuju perguruan tinggi berpredikat unggul berdasarkan observasi dan pengamatan berkelanjutan. Sebagai perguruan tinggi tertua di lingkungan Al Jam'iyatul Washliyah yang berdiri pada 18 Mei 1958, UNIVA memiliki tanggung jawab moral menjadi institusi yang berkualitas dan berdaya saing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi khitah UNIVA mengacu pada sepuluh strategi utama, meliputi penguatan identitas kealwashliyahan, peningkatan mutu akademik, penguatan riset dan inovasi, transformasi digital, kerja sama strategis, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan layanan mahasiswa dan alumni, penguatan reputasi institusi, rebranding kampus Islami, serta penetapan keunggulan khusus (niche excellence). Strategi tersebut selaras dengan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 dan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan UNIVA Medan sebagai universitas unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Kata kunci : Khitah, Strategi, Sinergi, Adaftif , global.
AKRONIM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DARI MASA KE MASA [HAL 139]
SUSY DELIANI, dkk. () 2023ABSTRAK Bahasa merupakan refleksi dari masyarakatnya. Apa apa yang terjadi dalam masyarakat akan terrefleksi ke dalam Bahasanya. Salah satu aspek Bahasa yang di miliki oleh semua Bahasa adalah Akronim, yaitu berupa singkatan dari beberapa kata yang diucapkan seagai kata yang wajar, dimaksudkan untuk mempermudah mengingat dan mengucapkannya. Semula singkatan yang berupa akronim juga menganut aturan keindahan bunyi atau fonotaktik, selain sebagai singkatan yang diucapkan sebagai kata yang wajar. Perkembangan akronim dari masa ke masa tidak dapat di cegah atau di halangi, mengingat kebutuhan penuturnya untuk mengekpresikan menyingkat kata kata dengan mudah dan enak di dengar. Dengan keterbatasan itu manusia berusaha mencari alternatif dalam mengingat sesuatu yang panjang dengan bantuan bentuk-bentuk pendek. Bentuk pendek itu dapat berupa singkatan, penggalan, kontraksi, lambang, huruf atau akronim.” Argumen Kridalaksana menegaskan bahwa meruahnya akronim dan singkatan dalam bahasa Indonesia adalah salah satu ciri tentang watak bahasa yang terus berbiak. Di sisi lain, meningkatnya jumlah akronim dan singkatan memiliki kecenderungan “dibentuk tanpa pola pembentukan” yang jelas, sehingga justru jadi membuat rancu dalam penggunaannya, alih-alih menjadi sumbangan berharga bagi bahasa Indonesia.Keberadaan akronim mempunyai sisi positif dan negatif. Para penguasa memanfaatkan akronim untuk menyampaikan ide, gagasan dan keinginannya. Tulisan ini akan mendeskripsikan akronim dari presiden republik Indonesia Pertama sampai Ketujuh. Atau presiden republik Indonesia dari masa ke masa. Kata Kunci : Akronim, Presiden Republik Indonesia.
TIDAK TAAT ASAS DALAM PEMBENTUKAN AKRONIM BAHASA INDONESIA DAN PENGAJARANNYA [HAL 174]
SUSY DELIANI () 2025ABSTRAK. Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu, lambang negara dan kebanggaan bangsa indonesia. bahasa indonesia masih terus berkembang menjadi bahasa yang bermartabat dan berwibawa. keteraturan dalam perkembangan suatu bahasa merupakan dasar yang harus dipenuhi agar suatu bahasa memenuhi persyaratan sebagai bahasa yang dapat menjadi acuan atau pedoman. bahasa indonesia mempunyai pedoman EYD 2022. Dalam perkembangan bahasa indonesia salah satu aspek yang terus menjadi perhatian adalah pembentukan akronim dalam bahasa indonesia, setiap hari muncul akronim baru dan masuk kedalam bahasa indonesia. Akronim merupakan singkatan yang diucapkan sebagai kata yang wajar. namun selau tidak sesuai dengan ketentuan pembentukan akronim dalam bahasa indonesia. Kata Kunci : Akronim, Bahasa Indonesia.
STRATEGI GURU PAI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SLOW LEARNERDI SLB C MUZDALIFAH MEDAN AMPLAS
DINA JULIA () 2026ABSTRAK Penelitianini membahas tentangStrategi Guru PAI dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Slow Learnerdi SLB C Muzdalifah Medan Amplas.Dengan pokok pembahasan yakni 1) Bagaimana Strategi Guru PAI dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Slow Learnerdi SLB C Muzdalifah Medan Amplas,2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat Strategi Guru PAI dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Slow Learnerdi SLB C Muzdalifah Medan Amplas. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan jenis penelitian lapangan.Pengambilan data penelitian ini bersumber dari SLB C Muzdalifah Medan Amplas.Dalam hasil penelitian di lapanganBagaimana Strategi Guru PAI dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Slow Learnerdi SLB C Muzdalifah Medan Amplasyaitu dengan menerapkan berbagai strategi dalam pembelajaran seperti pembelajaran langsung (ekspositori), menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan sistem individual dan pendekatan remedial, kemudian metode yang digunakan guru pada siswa slow learner adalah metode ceramah, tanya jawab, latihan-latihan, demonstrasi dengan alat peraga, metode reward punishment dan penugasan, selanjutnya langkah yang dilakukan guru dalam pelaksanan pembelajaran yakni guru koordinasi dengan kepala sekolah dan orang tua siswa yang bersangkutan, kemudian membimbing sendiri anak yang lambat belajar terus kita bimbing kekuranganya, salah satunya dengan membentuk mereka dalam satu kelompok kecil dan diberikan les tambahan. Adapun faktor pendukung dan penghambat strategi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa slow learnerdi SLB C muzdalifah medan amplas yaitu faktor pendukung : Kompetensi dan dedikasi guru, dukungan Sekolah, keterlibatan orang tua, pendekatan individual dan lingkungan belajar yang positif. Sedangkan faktor penghambat diantaranya : Keterbatasan sumber daya, rendahnya partisipasi orang tua, jumlah siswa yang tidak seimbang, kondisi emosional dan psikologis siswa dan kurangnya pelatihan profesional. Kata Kunci :Strategi guru PAI, motivasi belajar, siswa slow learner
IMPLEMENTASI EKSTRAKURIKULER TARI DAN PIDATO DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DI SMP IT AR RASYID LIMAU MANIS
RIAN GUNAWAN () 2026ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang Implementasi Ekstrakurikuler Tari dan Pidato dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa di SMP IT Ar Rasyid Limau Manis. Dengan pokok pembahasan yakni Bagaimana Ekstrakurikuler Tari dan Pidato di SMP IT Ar Rasyid Limau Manis. Bagaimana Implementasi Ekstrakurikuler Tari dan Pidato Dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa Di SMP IT Ar Rasyid Limau Manis. Bagaimana faktor pendukung dan penghambat Implementasi Ekstrakurikuler Tari dan Pidato Dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa Di SMP IT Ar Rasyid Limau Manis Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan jenis penelitian lapangan. Pengambilan data penelitian ini bersumber dari SMP IT Ar Rasyid Limau Manis Dalam hasil penelitian di lapangan, Pelaksanaan Ekstrakurikuler Tari dan Pidato di SMP IT Ar Rasyid Limau Manis. Ekstrakurikuler tari dan pidato merupakan bagian dari kegiatan non-akademik yang rutin dilaksanakan di SMP IT Ar Rasyid Limau Manis. Kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak sekolah dan dilaksanakan secara terstruktur dengan adanya jadwal, pembimbing khusus, serta target pengembangan kemampuan siswa. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan ekspresi diri siswa.Implementasi Ekstrakurikuler dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa. Implementasi ekstrakurikuler tari dan pidato terbukti mampu memberikan ruang bagi siswa untuk menyalurkan ide, bakat, dan kemampuan berpikir kreatif mereka. Dalam kegiatan tari, kreativitas terlihat melalui kemampuan siswa mengeksplorasi gerakan dan ekspresi seni. Sedangkan dalam pidato, kreativitas siswa tampak dalam kemampuan menyusun naskah, menyampaikan gagasan, serta membangun keberanian berbicara di depan umum. Guru menggunakan pendekatan yang variatif dan mendorong partisipasi aktif, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih hidup dan mendukung tumbuhnya kreativitas.Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Ekstrakurikuler. Faktor pendukung utama dalam pelaksanaan ekstrakurikuler ini antara lain adalah dukungan dari sekolah, kompetensi guru pembimbing, antusiasme siswa, dan adanya wadah penampilan seperti lomba dan acara sekolah. Namun demikian, terdapat pula beberapa faktor penghambat seperti keterbatasan waktu latihan, fasilitas yang belum sepenuhnya memadai, perbedaan tingkat kemampuan siswa, serta kurangnya dukungan dari orang tua. Sekolah telah berupaya mengatasi hambatan-hambatan tersebut melalui manajemen waktu yang fleksibel, pendekatan personal dalam pembimbingan, serta komunikasi aktif dengan orang tua. Kata Kunci :Implementasi Ekstrakurikuler Tari dan Pidato, Kreativitas Siswa.
KEBIJAKAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENANGGULANGI KRISIS MORAL SISWA DI SD SITI AMELIA TEMBUNG KECAMATAN PERCUT SEI TUAN
RINI ANDRIANI () 2026ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan kepala sekolah dalam menanggulangi krisis moral siswa di SD Siti Amelia. Krisis moral yang terjadi meliputi perilaku indisipliner, kurangnya rasa hormat terhadap guru, serta tindakan agresif seperti bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan beberapa kebijakan strategis dalam menanggulangi krisis moral siswa, di antaranya: (1) penerapan konsekuensi edukatif terhadap siswa yang melakukan pelanggaran moral, seperti membaca surah Juz 30, menulis pernyataan maaf, hingga pemanggilan orang tua; (2) menjalin kerja sama dengan guru BK, wali kelas, dan guru PAI secara terpadu dalam membina moral siswa melalui rapat koordinasi dan pembinaan karakter; dan (3) mewajibkan siswa mengikuti pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDA) sebagai bentuk penguatan pendidikan agama Islam di luar jam sekolah. Selain itu, kepala sekolah juga memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler Islami seperti tahfiz Qur’an, tilawah, dan nasyid sebagai media pembinaan moral dan karakter religius siswa.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan kepala sekolah berperan penting dalam membentuk lingkungan sekolah yang religius, disiplin, dan bermoral, serta efektif dalam menanggulangi krisis moral siswa. Kebijakan-kebijakan tersebut sejalan dengan peran kepala sekolah sebagai pembina moral dan pemimpin spiritual di lingkungan pendidikan Islam. Kata Kunci:Kebijakan Kepala Sekolah, Krisis Moral, Pendidikan Agama Islam, SD Siti Amelia